9.000 PPPK NTT Diujung Ketidakpastian; Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendiri

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA00021
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA.

Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap masa depan daerah ini, saya berpandangan bahwa Pemerintah NTT harus mengambil langkah yang berani dan terukur. Pemerintah perlu melakukan negosiasi serius dengan pemerintah pusat untuk meminta skema transisi khusus bagi daerah dengan kemampuan fiskal terbatas seperti NTT. Evaluasi anggaran secara menyeluruh juga perlu dilakukan agar belanja yang tidak langsung menyentuh kebutuhan rakyat dapat ditinjau ulang sebelum mengambil langkah yang menyentuh pegawai pelayanan dasar. Guru dan tenaga kesehatan harus diprioritaskan karena merekalah tulang punggung masa depan NTT. Selain itu, pemerintah perlu menyusun roadmap yang jelas sampai tahun 2027 agar pegawai PPPK mengetahui arah kebijakan yang akan diambil dan tidak hidup dalam ketidakpastian yang berkepanjangan.

Para tenaga PPPK tidak pernah meminta kemewahan. Mereka hanya meminta kepastian dan keadilan. Jika memang ada pengorbanan yang harus dilakukan, maka pengorbanan itu harus memiliki alasan yang jelas, rencana yang matang, dan solusi yang nyata. NTT membutuhkan stabilitas sosial untuk bisa maju. NTT membutuhkan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang bekerja dengan tenang tanpa dihantui rasa takut kehilangan pekerjaan. NTT membutuhkan kebijakan yang tegas tetapi tetap manusiawi. Kita berharap pemerintah tidak hanya menghitung angka-angka dalam laporan keuangan, tetapi juga mendengar denyut hati rakyatnya. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah daerah bukan hanya diukur dari seimbangnya anggaran, melainkan dari terjaganya martabat dan harapan rakyatnya.

Exit mobile version