Di Balik Gurihnya Santan: Perlukah Masyarakat Ende Waspada terhadap Kolesterol?

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260911 WA0021
Arini Zahratul Abidah, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Salah satu penelitian penting yang dapat menjadi acuan adalah meta analisis Neelakantan, Seah, dan van Dam yang diterbitkan dalam jurnal Circulation pada tahun 2020. Penelitian tersebut menganalisis 16 artikel dari uji klinis yang membandingkan konsumsi minyak kelapa dengan minyak nabati non tropis. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi minyak kelapa meningkatkan LDL sekitar 10,47 mg/dL dan HDL sekitar 4,00 mg/dL dibandingkan minyak nabati non tropis. Peneliti menyimpulkan bahwa minyak kelapa menghasilkan kadar LDL yang lebih tinggi dibandingkan minyak nabati non tropis.

Hasil serupa juga ditemukan dalam meta analisis Jayawardena dan rekan-rekan pada tahun 2020. Penelitian tersebut menemukan bahwa konsumsi minyak kelapa meningkatkan kolesterol total dan LDL dibandingkan beberapa minyak nabati seperti minyak jagung, kedelai, dan safflower. Namun, hasilnya berbeda ketika dibandingkan dengan mentega. Hal ini menunjukkan bahwa efek suatu jenis lemak terhadap profil kolesterol juga bergantung pada jenis lemak yang menjadi pembanding.

Exit mobile version