Ekologi Kristen di Flores, Dari Iman ke Aksi Nyata Berstandar ISO 14001:2026

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0002
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA Lead Auditor ISO 14001: 2026.

Menariknya, nilai-nilai yang terkandung dalam ISO 14001 sejatinya sejalan dengan ajaran Kristiani. Apa yang disebut ISO sebagai Environmental Management System, Gereja telah mengajarkannya sejak lama melalui tanggung jawab moral manusia sebagai pengelola ciptaan Tuhan (stewardship).

Tulisan ini menawarkan suatu model implementasi Ekologi Kristen yang dapat diterapkan secara nyata di Flores, Nusa Tenggara Timur, melalui sinergi antara Gereja, keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, serta dunia usaha.

1. Menanam dan Merawat Pohon

Pohon merupakan simbol kehidupan. Pohon menghasilkan oksigen, menjaga keseimbangan air tanah, mencegah longsor, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis makhluk hidup. Dalam perspektif iman Kristen, menanam pohon merupakan bentuk penghormatan terhadap karya penciptaan Allah. Karena itu, Gereja dapat menjadikan kegiatan penghijauan sebagai bagian dari pelayanan pastoral.

Setiap baptisan maupun perkawinan dapat disertai dengan penanaman minimal satu pohon sebagai simbol kehidupan baru. Setiap stasi dianjurkan memiliki kebun buah dan tanaman keras yang bermanfaat bagi umat. Orang Muda Katolik (OMK) dapat mengembangkan program “Satu Orang Sepuluh Pohon” sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan. Setelah Misa Hari Lingkungan Hidup, umat dapat melaksanakan penanaman pohon secara bersama-sama.

Exit mobile version