Harmony in Unity dan Masa Depan Lagu Daerah

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260729 124530
Yakobus Jhordin Smith Sawa, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), Kupang, Bintang Radio Ende 2022, Bintang Radio Kupang 2025.

Oleh Yakobus Jhordin Smith Sawa Mahasiswa Program Studi Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), Kupang, Bintang Radio Ende 2022, Bintang Radio Kupang 2025

OPINI, RAKYATFLORES.COM-Indonesia tidak kekurangan lagu daerah. Indonesia justru kekurangan ruang yang mampu menjadikan lagu-lagu daerah sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus kekuatan industri budaya nasional. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya global, pelestarian budaya tidak lagi cukup dilakukan melalui dokumentasi atau arsip. Warisan budaya hanya akan tetap hidup apabila terus dipelajari, dipraktikkan, dipertunjukkan, diinterpretasikan ulang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui ruang-ruang pendidikan dan kehidupan masyarakat.

Gagasan itulah yang terasa begitu nyata dalam rangkaian Kuliah Kerja Belajar Musik (KKBM) 2026 yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Musik Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang di Kabupaten Ende. Selama 18-29 Juli 2026, ratusan mahasiswa hadir bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan untuk belajar bersama masyarakat, mengabdi melalui musik, sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, komunitas seni, dan masyarakat.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Exit mobile version