Gadi Djou-Baleti Siap “Bertarung” Di Pilkada Ende

Reporter: Redaksi |  Editor: Redaksi
1000794779

Marianus Gaharpung

Dosen FH Ubaya, Lawyer dan Ketua Dewan Pembina DPC Peradi Sidoarjo

November 2024 pemilihan kepala daerah serentak. Suasana menyonsong “kompetisi” pilkada ini sangat terasa dengan spanduk, poster, FB, WA, Tiktok berisikan wajah- wajah bakal calon kepala daerah dengan berbagai “jualan” politik kepada rakyat pemilik suara. Kabupaten Ende dengan tagline Kota Pancasila juga ikut ambil bagian dalam kompetisi pilkada 27 November.

Semua bakal calon bupati wakil bupati sudah pasti mempersiapkan diri bersama team sukses masing-  masing agar paket usungannya berhasil goal dalam perhelatan demokrasi 5 tahunan. Semua paket calon pasti menjanjikan yang terbaik agar terpilih rakyat tetapi apakah janji- janji tersebut gombal atau riil  paket terpilih yang wajib membuktikannya.

Kota Pancasila ini sudah saatnya  dipimpin duet bupati latar belakang akademisi doktor akuntansi dan wakil bupati, politisi. Mengapa periode 2024- 2029 Kabupaten Ende perlu dinahkodai duet Akademisi – politisi? Lumrah selama ini, Ende dipimpin birokrat politisi atau  politisi birokrat atau silih berganti.

Kini saatnya warga Ende  mengingini ada suasana  baru  duet akademisi dan politisi  yakni Dr. Laurentius Dominicus Gadi Djou, Akt dan Damran Baleti, politisi PAN Ende.

Paket Gadi Djou- Baleti, memutuskan berjalan bersama membawa Ende 5 tahun ke depan sudah pasti melalui diskusi dan pertimbangan yang matang. Satu hal yang mau dikaji disini mengapa Ende layak memiliki pemimpin dengan latar belakang akademisi.

Figur Lory murah senyum  humoris mudah bergaul alumnus S1 Ekonomi Brawijaya. Belum puas karena tuntutan akademik Lory lanjutkan magister ilmu ekonomi di FE Gajah Mada dan penghujung akademiknya diraih di program doktor di Universitas Diponegoro Semarang.

Artinya, dengan spesialiasi doktor akuntasi nuraninya bergejolak untuk tidak saja disharekan melalui dunia akademis tetapi nurani Lory berutang jika ilmunya tidak dipraktekkan dalam tata kelola administrasi pemerintahan dan keuangan Pemkab Ende. Sehingga duet Akademisi dan politisi model kepemimpinan baru yang sudah saatnya diwujudkan di Pemkab Ende 2024- 2029.

Bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati, Gadi Djou- Baleti kelihatannya sangat siap segera mendeklarasi untuk mengikuti kompetisi pilkada Ende.  Artinya Gadi Djou  sudah menegaskan tidak akan berpindah ke lain hati demikian pula Baleti hanya untuk Gadi Djou menuju Ende yang sejahtera.

Gadi Djou dengan ilmu akuntansi yang  sangat mumpuni cocok untuk memimpin Ende dalam arti semua pembiayaan dan penggunaan uang daerah akan terukur, tepat guna dan sasarannya. Pemborosan dana bahkan condong  penyalagunaan uang negara akan sangat kecil terjadi terkontrol ditangan ahli akutansi ini.

Gaya kepemimpinan yang terbuka komunikatif responsif serta adaptif sudah barangtentu akan dipraktekkan akademisi- politisi ini jika warga Ende memilih. Ende hanya dapat berkembang pola kerjanya harus “semi birokrat” yang disebut dengan mewirausahakan birokrasi. Semua potensi sumber daya ASN Ende harus proaktif, kompetitif, inovatif agar potensi SDA yang ada dapat memberi nilai ekonomis bagi daerah dan warga Ende. Dan, itu hanya ada di tangan Gadi Djou- Baleti untuk Ende 5 tahun ke depan.

Seluruh energi pembangunan Indonesia tergambar dalam Undang Undang No. 11 tahun 2020 diperhabarui dengan Undang Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Itu artinya arus orientasi pembangunan di daerah wajib seirama dengan pemerintah pusat. Semua kinerja aparatur sipil negara lebih terbuka responsif adaptif dengan potensi pertanian, perkebunan, peternakan, parawisata serta peningkatan UMKM. Untuk itu, visi misi Gadi Djou- Baleti wajib berorientasi kepada kemudahan berusaha, reformasi birokrasi administrasi pemerintahan, dan pro pembangunan yang sesuai kebutuhan warga Ende Sare.

Oleh karena itu, duet akademisi dan politisi klop bener. Dunia akademik dengan kajian akademisnya diramu oleh politisi dari aspek perda/perbup bersama dewan serta dihidangkan melalui sekretaris yang “makan garam” dalam dunia birokrat, maka roda administrasi pemerintahan yang dikehendaki Undang Undang Nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan akan diwujudkan secara apik di Pemkab Ende. Trio akademisi, politisi dan sekretaris yang mumpuni, perpaduan ini ibarat “asam di gunung, garam di laut, bertemu di belanga.”

Paket Gadi Djou- Baleti rasanya pasti dalam program kerjanya. Pertama, lebih berorientasi bagi kesejahteraan warga Ende; Kedua, harus meningkatkan PAD dengan optimalisasi potensi sumber daya alam; Ketiga, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi; Keempat, harus mampu menggerakkan sektor riil yang selama ini tidak jelas; Kelima, harus mampu memberikan efek domino bagi pajak dan penciptaan lapangan kerja; Keenam, membenahi regulasi terutama perizinan  yang berbelit-belit terkait UMKM; Ketujuh, mendorong mendampingi memotivasi UMKM untuk berkembang bukan menghentikan dan mematikannya; Kedelapan, perusahaan daerah yang selama ini mati suri segera dibenahi dibuat kerjasama production sharing dengan penanam modal dari luar; Kesembilan, tata kelola pemerintahan yang bebas KKN di Pemkab Ende.

Gadi Djou- Baleti sangat siap menahkodai Ende menuju Ende Bangkit dari keterpurukan kemiskinan jika warga  merestui dengan memilih paket ini pada Pilkada, 27 November 2024. Amin!

Exit mobile version