Contoh: Dalam laporan keuangan, jumlah uang tunai yang tercatat di neraca menunjukkan Rp 5 miliar, tetapi setelah penghitungan fisik, ternyata uang tunai yang ada hanya Rp 2 miliar. Selisih ini sebesar Rp 3 miliar.
Kedua, uang hilang Rp. 3 miliar:
Definisi:
Uang hilang mengacu pada uang yang secara fisik telah hilang atau tidak dapat ditemukan. Ini bisa terjadi karena pencurian, kecurangan, atau kerugian fisik lainnya.
Penyebab:
Pencurian atau penipuan, kehilangan fisik (misalnya, uang jatuh dan tidak ditemukan), dan penggelapan oleh pihak internal atau eksternal.
Implikasi:
Kehilangan uang secara fisik memerlukan tindakan segera seperti investigasi, pelaporan, dan tindakan pencegahan agar tidak terulang kembali.
Contoh: Setelah audit, ditemukan bahwa ada Rp. 3 Miliar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ditemukan, yang berarti uang tersebut benar-benar hilang.
Begitulah kira-kira perbedaan antara selisih dan hilangnya uang Rp. 3 miliar milik RSUD Ende dilihat dari perspektif akuntansi dan operasional yang disampaikan oleh International Leader Auditor, Karel Karni Lando.
