Jokowi dan NTT; Kepemimpinan yang Hadir, Bekerja, dan Dekat dengan Rakyat

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0002 1
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO KRQA-SQC Certification Services.

Mengapa Masyarakat NTT Tetap Menyayangi Jokowi?

Masyarakat NTT dikenal menghargai hubungan kekeluargaan, ketulusan, dan jasa seorang pemimpin. Ketika seorang pemimpin pernah datang, duduk bersama masyarakat, menyapa mereka secara langsung, dan meninggalkan hasil pembangunan yang terlihat, pengalaman tersebut akan tersimpan lama dalam ingatan.

Inilah salah satu alasan mengapa, setelah masa jabatannya berakhir, nama Jokowi masih memperoleh tempat khusus di hati banyak masyarakat NTT. Rencana kunjungannya kembali ke Kupang dan wilayah sekitarnya pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 juga menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak sepenuhnya berhenti setelah ia tidak lagi menjabat sebagai presiden. Namun, karena agenda tersebut masih diberitakan sebagai jadwal kunjungan, pelaksanaannya perlu dibedakan dari kegiatan yang telah selesai dilakukan.
Kasih masyarakat kepada seorang pemimpin tidak dapat diperintah, dilarang, ataupun dihapus melalui perdebatan politik. Perasaan itu lahir dari pengalaman yang mereka alami sendiri.

Exit mobile version