Optimalisasi Anggaran Negara untuk Daerah 3T dan Pembangunan Berkelanjutan

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260205 WA0002
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA CEO- KRQA- SQC certification Services.

Pentingnya Evaluasi dan Penyempurnaan Program

Dalam pelaksanaannya, program MBG perlu terus dievaluasi agar benar-benar tepat sasaran. Daerah perkotaan yang secara umum memiliki akses lebih baik terhadap pangan, pendidikan, dan layanan kesehatan mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda dengan masyarakat di daerah terpencil yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Oleh karena itu, pendekatan yang lebih terfokus dapat dipertimbangkan, terutama bagi wilayah yang masih menghadapi masalah kemiskinan, stunting, keterbatasan akses pendidikan, dan kurangnya fasilitas kesehatan.

Evaluasi yang baik bukan berarti menolak tujuan program, melainkan memastikan bahwa tujuan mulia tersebut dapat tercapai secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Fokus pada Daerah 3T

Indonesia masih memiliki banyak wilayah yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Di berbagai daerah tersebut, masyarakat masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.

Beberapa tantangan yang masih ditemukan antara lain: keterbatasan akses jalan dan transportasi, minimnya fasilitas pendidikan, kurangnya tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan, keterbatasan akses air bersih dan sanitasi, tingginya angka kemiskinan di beberapa wilayah, dan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Exit mobile version