Ia menambahkan, Fransiska Kowe memang telah menunjukkan potensi sejak awal bersekolah di SMA Negeri 1 Ende. Selain kemampuan akademik, yang bersangkutan juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjalani proses pendidikan.
Menurut Marselinus, capaian tersebut tidak lepas dari strategi sekolah dalam mempersiapkan siswa, di antaranya melalui pendampingan intensif pada mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, serta sejumlah mata pelajaran pilihan.
“Selain itu, kami juga menjaga kualitas proses sejak awal. Input siswa sudah baik, proses juga baik, sehingga diharapkan output-nya juga berkualitas. Sekolah hanya sebagai paspor yang menjadi jembatan untuk menghubungkan mereka dengan dunia luar,” jelasnya.
Selain itu, sekolah juga terus meningkatkan kualitas guru serta mengontrol penggunaan gadget agar lebih bermanfaat bagi proses belajar siswa.
Ia menambahkan, selain mendorong siswa masuk perguruan tinggi negeri, sekolah juga membuka peluang bagi siswa untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan, Akademi Kepolisian (Akpol), dan Akademi Militer (Akmil).
