Sementara itu, Fransiska Kowe mengaku sangat bersyukur bisa diterima di Universitas Indonesia. Ia mengatakan, pilihan tersebut juga dilatarbelakangi keinginannya untuk membuka jalan bagi generasi dari Kecamatan Nangapanda.
“Kenapa saya pilih UI, karena dari kecamatan Nangapanda belum ada yang masuk UI. Dan saya pilih jurusan Geofisika karena bidang ini masih langka dan punya peluang besar, seperti bekerja di BMKG. Pekerjaan ini juga tidak mudah tergantikan oleh AI,” jelas Tika, sapaan akrabnya.
Putri pasangan Bruno Goa dan Maria Mei ini mengungkapkan, kuliah di UI awalnya merupakan cita-cita orang tuanya. Namun, ia berkomitmen untuk mewujudkannya.
“Saya hanya berusaha mewujudkan keinginan orang tua, dan sekarang sudah terjawab,” ujarnya.
Tika juga mengakui peran besar sekolah dan guru dalam mendukung proses belajarnya, terutama melalui mata pelajaran Geografi, Fisika, dan Matematika yang mengantarkannya memilih jurusan Geofisika.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada guru dan orang tua, serta memberi motivasi kepada adik-adik kelasnya agar berani mencoba mengikuti seleksi perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan.
