Ia menambahkan, selama kurang lebih empat tahun, mahasiswa telah memperoleh bekal pengetahuan dari dua program studi, yakni Pembangunan Sosial dan Ilmu Pemerintahan. Bekal tersebut diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam praktik profesional sesuai kebutuhan dunia kerja.
Konfridus juga mengingatkan bahwa para lulusan akan menghadapi tantangan yang lebih besar setelah meninggalkan bangku kuliah. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan seminar tersebut sebagai jembatan untuk mengenali peluang sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tuntutan dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, ia berharap para calon wisudawan tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai persyaratan administratif, keterampilan teknis, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia profesional.
Kehadiran para pemateri dari sektor pemerintahan, badan usaha milik negara (BUMN), pendampingan profesional, dan perusahaan swasta diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pilihan karier setelah lulus.
