Sama seperti Prabowo, Ansy Lema juga telah merumuskan program-program kerja untuk mendongkrak ketahanan pangan NTT serta menaikkan derajat hidup para petani, nelayan dan peternak. Program tersebut adalah NTT Maju (Nelayan Tani Ternak Maju) yang merupakan satu dari lima program NTT Manyala yang diusung oleh Ansy-Jane.
Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, NTT masih memiliki angka ketidakcukupan konsumsi pangan yang cukup tinggi, yakni sebesar 14,98% tahun 2023. Selain itu, nelayan, petani dan peternak di NTT masih hidup di bawah garis kemiskinan. Dari 19,96% angka kemiskinan di NTT, mayoritasnya masih disumbang oleh masyarakat dengan profesi nelayan, petani, dan peternak.
“Saya ini politisi yang suka baca data. Saya lihat NTT dalam angka itu tingkat kemiskinannya masih tinggi. Saya telusuri lagi di NTT ini siapa yang miskin dan pekerjaannya apa. Dari situ saya simpulkan yang miskin di NTT adalah nelayan, petani dan peternak,” terang Ansy Lema di Kupang beberapa waktu lalu.
Mencermati persoalan ini, Calon Gubernur NTT dengan nomor urut satu ini mendedikasikan program NTT Maju untuk mewujudkan peningkatan produksi dari ketiga sektor tersebut dan meningkatkan derajat hidup para nelayan, petani dan peternak. Baginya, pangan adalah senjata dan kunci strategis bagi kemajuan suatu bangsa, termasuk NTT.
Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan adalah fondasi ekonomi NTT, sementara pariwisata adalah sektor bisnis yang memperkuat fondasi perekonomian daerah. Misalnya, Labuan Bajo. Wisata kelas premium seperti Labuan Bajo yang saat ini menjadi ikon nasional dan melambung hingga mancanegara, harus mengambil bahan baku makanan dari para petani, peternak, dan nelayan yang ada di sekitaran Flores dan NTT.
“Tidak boleh pasokan makanannya diambil dari luar NTT. Ini yang harus kita atur. Bagaimana meningkatkan dampak pariwisata terhadap ekonomi masyarakat lokal. Kita tidak boleh jadi penonton saja,” pungkas pria kelahiran Kota Kupang ini.
