Jaga Keharmonisan Demokrasi, Ketua PMKRI Ende yang Baru Nyatakan Tolak Politik Identitas di Bumi Pancasila

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000923883

RAKYATFLORES.COM | ENDE-Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende yang baru, Erlan Le’u mengatakan, narasi dalam perhelatan pilkada di Kabupaten Ende masih berkutat dengan konflik kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

Fenomena tersebut semakin hari semakin terasa sehingga berdampak pada lahirnya birokrasi pemerintahan dan kebijakannya yang menguntungkan kepentingan dari kelompok tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, Erlan menegaskan bahwa harus ada upaya antisipasi menjaga agar keharmonisan demokrasi tetap terjaga. Salah satunya dengan menolak politik Identitas.

Dijelaskannya, politik identitas merupakan salah satu alat politik yang saat ini kerap kita dengar sebagai bentuk perlawanan untuk menunjukan jati diri suatu kelompok atau golongan tertentu dan dipolitisasi melalui interpretasi secara ekstrim yang bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang yang merasa sama baik secara suku, agama maupun elemen perekat lainnya.

“Politik identitas hadir sebagai narasi resisten kelompok terpinggirkan akibat kegagapan dalam memahami struktur masyarakat plural yang mengakibatkan intoleransi semakin meningkat,” tegasnya.

Selain itu, jelas Erlan, kampanye hitam atau black campaign antar pendukung pasangan calon mulai terasa. Saat ini media sosial menjadi senjata utama yakni dengan menyebarkan isu-isu hoaks, menggiring opini negatif yang berpengaruh pandangan publik.

Exit mobile version