Lindungi Harga Komoditi Para Petani, Peternak, dan Nelayan di NTT, Ansy-Jane Akan Berdayakan Koperasi

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1001067717

RAKYATFLORES.COM | KUPANG-Salah satu persoalan klasik yang mendasar bagi mayoritas petani, peternak dan nelayan adalah rendahnya harga komoditi yang membuat mereka kerap kali untung tipis bahkan merugi. Rendahnya harga komoditi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah posisi tawar para penghasil komoditi yang lemah dihadapan para pemodal.

Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut satu Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema mengatakan bahwa rendahnya harga komoditi ini disebabkan oleh posisi tawar penghasil komoditi yang rendah dan umur komoditi yang pendek sehingga mau tidak mau harus dijual meskipun dengan harga yang rendah. Untuk itu, Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini berkomitmen untuk mengatasi persoalan harga dengan menghidupkan kembali sistem perkoperasian di setiap desa.

“Kita harus melindungi para petani, peternak, dan nelayan. Lembaga yang bisa menetralisir persoalan harga adalah koperasi. Para penghasil komoditi bisa berkumpul dalam sebuah koperasi, lalu koperasi ini kerja sama dengan pemilik modal atau ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ataupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Baru kita bisa memperoleh harga yang wajar,” ucap Ansy Lema, Selasa 5 November 2024.

Menurut dirinya, pemerintah dapat berperan aktif untuk menstabilkan harga komoditi melalui koperasi dengan menyediakan pelatihan, akses modal, dan fasilitas pemasaran. Dengan begitu, petani, peternak, dan nelayan dapat meningkatkan produktivitas dan bersaing di pasar dengan harga yang lebih menguntungkan.

“Tugas saya adalah memperhatikan kesejahteraan para petani, peternak, dan nelayan. Lewat koperasi, mereka dapat mengonsolidasikan produk mereka, sehingga meningkatkan volume dan daya tawar. Para anggota koperasi juga dimungkinkan untuk membeli perlengkapan dan bahan baku secara kolektif dengan harga yang lebih murah,” terang Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) itu.

Lebih lanjut, Mantan Juru Bicara Ahok itu menerangkan bahwa melalui koperasi, masyarakat dapat memenuhi tiga hal mendasar, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas dari komoditi yang ada. Ketiga hal tersebut merupakan hal penting untuk menjaga kestabilan harga komoditi.

Exit mobile version