“Kalau hari ini saya jadi DPR RI dua periode, dan sekarang jadi calon gubernur, itu bukan sebuah proses yang instan. Sudah 30 tahun saya membangun anak tangga ini,” ujar Ansy Lema.
Saat duduk di kursi DPR RI, Ansy Lema membuktikan bahwa dirinya telah dirajut menjadi sosok pemimpin bersih yang berintegritas tinggi, memiliki komunikasi politik yang baik, dan jaringan politik yang luas.
Selama berada di Komisi IV DPR RI, Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) itu, terbukti telah memperjuangkan sejumlah bantuan bagi masyarakat NTT. Atas perjuangannya NTT telah menerima bantuan yang nilainya tak kurang dari empat ratus milyar rupiah.
Ratusan alat mesin pertanian mulai dari excavator, traktor roda empat hingga pompa air berhasil diberikan kepada kelompok-kelompok tani. Ada juga bantuan bibit dan pembuatan pupuk organik, serta ratusan hewan ternak yang diberikan Ansy Lema bagi masyarakat NTT.
Bantuan-bantuan perikanan mulai dari kapal, mesin kapal, dan alat tangkap ikan serta budidaya ikan air tawar sistem bioflok ia datangkan untuk para nelayan dan pembudidaya di NTT.
Bahkan, Ansy Lema adalah satu-satunya orang di Senayan yang berjuang untuk berbagai permasalahan krusial di NTT, seperti isu African Swine Fever (ASF) atau virus flu babi afrika hingga rencana penurunan status Cagar Alam (CA) Mutis.
