Ketiga, Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai yang dulunya merupakan identitas dari Jane Natalia Suryanto ini, dalam survei terbaru Indikator mencatat sebanyak 56,8% konstituen PSI mendukung Ansy-Jane. Sementara, dukungan terhadap Melki-Johni hanya 16,3%.
Keempat, Partai Perindo. Basis pemilih milik Hary Tanoesoedibjo ini mendukung Ansy-Jane dengan perolehan 41,2%. Sedangkan, sebesar 17,4% memilih Melki-Johni.
Sementara itu, partai pengusung utama Melki-Johni yaitu Golkar dan Gerindra, ternyata basis konstituennya tidak sepenuhnya mengusung pasangan dengan nomor urut dua tersebut. Golkar, misalnya, tercatat masih ada 18,3% mendukung Ansy-Jane. Pemilih Golkar sendiri sebesar 52,2% mendukung Melki-Johni.
Kemudian, Gerindra. Basis pemilih partai dengan Ketua Umum Prabowo Subianto ini sebanyak 25,4% mendukung Ansy-Jane. Sedangkan, konstituen yang memilih Melki-Johni sebesar 30,4%. Bahkan, pendukung Gerindra sebanyak 37,8% mendukung paket Siaga.
“Ini alarm untuk pasangan Melki dan Johni, terutama dalam Koalisi Indonesia Maju Plus. Ini menunjukkan adanya fenomena split ticket voting. Baru Golkar yang slid, ini pun baru 52,2% yang pilih,” terang Burhanuddin.
Fakta menarik lainnya adalah Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan pengusung paket Siaga, ternyata menjadi basis dengan konstituen terbesar yang mendukung Ansy-Jane sebesar 33,1%. Sedangkan, sebanyak 31,6% mendukung Simon-Adrianus dan 26,8% mendukung Melki-Johni.
