Sementara itu, Abraham Runga, Perwakilan dari Flores Inti Pangan mengatakan biomassa yang dihasilkan akan dikirim ke PLTU Ropa.
“Batas minimal kalori biomassa yang diterima PLTU Ropa dan PLTU Bolok sebesar 3.487. Kita berharap ke depan biomassa akan menggantikan batubara yang diambil dari Kalimantan”, ujarnya.
Dengan syarat itu, lanjutnya, PT Flores Inti Pangan mengajak masyarakat NTT menanam gamal sebanyak-banyaknya karena potensi gamal saat ini tidak mencukupi kebutuhan pasokan ke PLTU Ropa – Ende dan PLTU Bolok-Kupang.
“Saat ini sudah dilakukan komunikasi dan MoU dengan pemerintah daerah dan pemilik ulayat agar lahan-lahan tidur ini bisa dimanfaatkan untuk penanaman gamal,” ungkap Abraham
Ia menambahkan, pemanfaatan limbah-limbah pertanian tidak hanya gamal tetapi juga bonggol jagung, sekam padi yang bisa menjadi energi biomassa.
“Jadi pengolahan biomassa merupakan hilirisasi yang memberikan nilai lebih bagi para petani,” lanjutnya.
