Ia menambahkan, penerapan teknologi tersebut harus disesuaikan dengan kondisi daerah, ketersediaan infrastruktur, serta kelayakan operasional dan lingkungan. Dengan demikian, pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan daerah.
Perkuat Kelompok masyarakat
Dipo menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pembinaan kelompok pengelola sampah juga perlu disertai pendampingan berkelanjutan, dukungan fasilitas, peningkatan keterampilan teknis, serta akses kemitraan.
Menurut dia, kelompok masyarakat harus didorong agar tidak hanya aktif dalam kegiatan pemilahan, tetapi juga mampu mengembangkan pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi.
“Dengan dukungan yang tepat, pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” papar Dipo
Sebagai Anggota DPR RI Komisi XII, Dipo menekankan bahwa keberhasilan program lingkungan tidak cukup diukur dari jumlah sosialisasi yang dilaksanakan. Hasilnya harus terlihat dari perubahan perilaku masyarakat, volume sampah yang berhasil dikurangi dan diolah, serta manfaat yang dirasakan warga.
