Melki menjelaskan, di NTT ada 844 desa memiliki produk unggulan. Ada 35 desa telah mengekspor produk unggulan.
Melki berharap, BPOM bisa membantu NTT mengetuk hati korporasi besar menyalurkan CSR untuk membantu penyelesaian masalah stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT.
Menanggapi permintaan penyediaan lahan untuk UPT, para bupati dan walikota menyatakan kesiapannya menghibahkan aset daerah. Kabupaten Belu, Rote Ndao, TTU dan Ngada telah menyiapkan lahan masing-masing 1 hektare (ha).
Walikota Kupang Christian Widodo menyatakan, Kota Kupang membutuhkan pelatihan untuk sumber daya manusia (SDM) untuk memeriksa sampel-sampel obat dan makanan.
“Kami juga meminta anggaran untuk kegiataan pemeriksaan. Itulah yang kami butuh,” jelas Christian.
