Ia menambahkan, selama aktif di Partai Nasdem, banyak prestasi partai meningkat dan melahirkan kepala daerah. Namun ketika kehadirannya diabaikan, Partai Nasdem mengalami degradasi secara signifikan dan berbagai calon kepala daerah yang di usung Nasdem di tanah Papua tumbang meratapi nasib buruknya.
Menurutnya, politik praktis tentu membutuhkan militansi dan proses kaderisasi yang matang bukan karena faktor materialisme tanpa proses kaderisasi yang justru merusak elektabilitas partai.
“Walhasil, kepala daerah yang diusung partai Nasdem milik Surya Paloh terkapar dalam jurang kehancuran pada Pilkada serentak di tanah Papua yang di selenggarakan pada tanggal 27 november 2024,” pungkas aktivis perubahan Indonesia Timur itu.
