“Program inseminasi buatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas genetik ternak sapi, mempercepat pertumbuhan populasi, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi peternak di NTT,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa NTT memiliki potensi besar sebagai daerah pengembangan peternakan sapi nasional. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan guna membahas strategi pengembangan peternakan dan implementasi program inseminasi buatan di NTT.
Diskusi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT drh. Melki Ansar, Kepala Karantina NTT, Direktur Politani Kupang, serta Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (Undana).
Para peserta sepakat bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta berbagai stakeholder menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas peternakan di NTT.
