Selain itu, ia juga mempertanyakan proses dan sistem kontrak perusahaan yang dinilai tidak melibatkan masyarakat adat setempat.
“Bahkan sistem kontrak sampai hari ini saya sebagai mosalaki tidak tahu. Sistem kontrak seperti apa dan dengan siapa saya tidak tahu,” ujarnya.
Pria yang biasa disapa Anis ini berharap Senator AWK dapat meneruskan aspirasi masyarakat ke pemerintah tingkat provinsi maupun kementerian di Jakarta. Ia menegaskan, berdasarkan kesepakatan bersama warga, aktivitas tambang tersebut harus ditutup.
Pastor Paroki St. Eduardus Nangapanda RD. Fransiskus Xaverius Gado Tonda menyampaikan bahwa pihak gereja terpanggil untuk mendampingi masyarakat yang merasakan kecemasan dan duka akibat kerusakan lingkungan.
Menurutnya, gereja tidak hanya berdiri di belakang, tetapi berada di garis depan bersama masyarakat dalam memperjuangkan keselamatan lingkungan.
“Ini sesuai dengan misi Gereja yakni menyelamatkan bumi. Kalau menyelamatkan bumi berarti dengan sendirinya menyelamatkan manusia. Karena itu, gereja pasti komitmen dan konsisten. Dan itu tidak akan mundur lagi,” tegasnya.
