Dinas Pangan Daerah Nagekeo Buka Stand Tes Residu Pestisida dan Timbal di Arena Festival One Be

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
1000973981

RAKYATFLORES.COM | MBAY-Dinas Pangan Daerah Kabupaten Nagekeo membuka kesempatan bagi produsen, petani, konsumen, dan pedagang untuk melakukan pengujian residu pestisida dan kandungan timbal dalam pangan segar di arena Festival One Be yang digelar di Lapangan Berdikari Danga, 24-26 September 2024.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Basilius Xaverius Landa menyatakan bahwa kesempatan ini diberikan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memastikan pangan segar yang dikonsumsi bebas dari residu pestisida berbahaya dan timbal yang melebihi ambang batas aman. Pangan segar yang dimaksud meliputi buah dan sayur-sayuran segar.

Manfaat Uji Residu Pestisida dan Timbal

Dijelaskannya, pengujian residu pestisida sangat penting untuk melindungi konsumen dari potensi bahaya kesehatan akibat paparan pestisida berlebih, seperti risiko kanker, gangguan hormonal, dan kerusakan saraf. Timbal, sebagai logam berat yang beracun, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, dan masalah perkembangan pada anak-anak.

“Uji residu pestisida dan timbal memastikan bahwa produk pangan mematuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah dan badan pengawas, sehingga aman untuk dikonsumsi. Selain itu, pengujian ini juga berkontribusi pada perlindungan lingkungan dari kontaminasi kimia yang dapat merusak ekosistem,” ungkapnya.

Kepercayaan Konsumen dan Keamanan Pangan

Produk yang telah diuji dan dinyatakan aman akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keamanan pangan yang mereka beli. Meskipun pengujian ini tidak sampai pada tahap analisis laboratorium, diharapkan dapat memberikan hasil cepat mengenai ada atau tidaknya indikasi residu dan timbal yang tidak wajar.

Dengan demikian, semua pihak yang terlibat dalam penyediaan dan distribusi pangan mendapatkan edukasi tentang pentingnya keamanan pangan bagi keluarga dan masyarakat.

Exit mobile version