ENDE, RAKYATFLORES.COM-Hj. Silvi Indradewa resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Ende dalam acara yang berlangsung di Aula Hotel Syifa, Senin, 12 Oktober 2026. Dalam kepemimpinannya, Silvi menegaskan komitmen menjadikan IWAPI sebagai rumah bersama bagi perempuan pengusaha sekaligus wadah untuk memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat pascagempa Flores.
Dalam sambutannya, Silvi mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk membangun serta memperkuat peran perempuan pengusaha di Kabupaten Ende.
“Bencana boleh mengguncang tempat usaha kita, tetapi tidak boleh mengguncang semangat kita untuk bangkit,” tegas Silvi.
Ia menjelaskan, gempa Flores telah memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah usaha mengalami penurunan pendapatan, bahkan ada pelaku usaha yang harus memulai kembali usahanya dari awal.
Karena itu, Silvi berharap IWAPI tidak hanya menjadi organisasi yang menjalankan kegiatan seremonial, tetapi hadir sebagai ruang bagi perempuan pengusaha untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas, serta mencari solusi atas berbagai persoalan usaha.
Menurutnya, perempuan pengusaha di Kabupaten Ende harus mampu bertahan, bangkit, berkembang, naik kelas, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara IWAPI, Pemerintah Kabupaten Ende, DPRD, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), perbankan, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.
Silvi juga mendorong adanya dukungan nyata terhadap pengembangan UMKM, terutama dalam hal akses permodalan, digitalisasi, pemasaran, dan perluasan pasar produk lokal. Ia menyebut perdagangan, kuliner, tenun ikat, pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai sejumlah sektor yang dapat dikembangkan oleh perempuan pengusaha di Ende.
Silvi secara khusus meminta adanya solusi pembiayaan bagi pelaku UMKM yang terdampak gempa. Ia berharap IWAPI, DPD IWAPI Nusa Tenggara Timur, Kadin, dan pemerintah daerah dapat membangun komunikasi dengan pihak perbankan untuk memperjuangkan kebijakan yang sesuai dengan kondisi usaha pascabencana.
“Kami sangat membutuhkan solusi yang benar-benar membantu kami untuk bangkit, bukan hanya solusi yang memindahkan beban dari waktu berikutnya,” ungkapnya.
Ia berharap adanya kemungkinan keringanan pembayaran bagi pelaku usaha yang terdampak agar mereka memiliki kesempatan memulihkan kegiatan usaha sebelum kembali memenuhi kewajiban pembiayaan.
Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Ende, Haji Heri Jufri, menegaskan pentingnya memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, sebagian besar penggerak UMKM di Kabupaten Ende adalah perempuan sehingga penguatan kapasitas mereka akan memberikan dampak terhadap ekonomi keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau wanita itu kuat, pasti ekonomi juga kuat. Kalau ekonomi kuat, stunting bisa kita kurangi dan kualitas pendidikan anak-anak kita juga bisa kita tingkatkan,” ujarnya.
Heri juga menyoroti pentingnya kerja sama antara IWAPI dan Kadin untuk memperluas peluang usaha. Ia mengungkapkan bahwa NTT memiliki peluang kuota ekspor yang belum dimanfaatkan secara optimal. Namun, kualitas sejumlah komoditas, termasuk kopi dan kemiri, masih menjadi tantangan.
Menurutnya, persoalan kualitas produk tidak hanya berkaitan dengan proses pengolahan, tetapi juga tekanan ekonomi yang membuat petani terpaksa memanen komoditas sebelum waktunya. Karena itu, ia mengajak IWAPI dan Kadin memperkuat kolaborasi agar produk lokal Ende semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua DPD IWAPI NTT, Dr. Inche Damaris Petronela Sayuna, S.H., Hum., M.Kn., menyampaikan apresiasi kepada pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan IWAPI merupakan komitmen moral untuk memajukan perempuan pengusaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Inche, pelantikan pengurus IWAPI di tengah situasi pascagempa Flores memiliki dua misi strategis, yakni konsolidasi organisasi dan misi sosial kemanusiaan. Pelantikan tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan legitimasi formal kepada kepengurusan agar dapat membangun komunikasi dan mengakses dukungan dari pemerintah, sektor swasta, BUMN, serta jaringan pengusaha.
Ia menyebut IWAPI memiliki jaringan sekitar 31.000 pengusaha perempuan di seluruh Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kemitraan dan mendukung pemulihan ekonomi daerah.
Inche menjelaskan, IWAPI memiliki tiga misi utama, yaitu meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha, membuka akses permodalan dan kemitraan, serta memperluas jaringan usaha. Organisasi tersebut juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan dan memiliki program yang mendukung pengembangan UMKM perempuan.
Ia mendorong pengurus IWAPI Ende dan kabupaten lainnya agar segera memetakan kebutuhan anggota, menyusun program yang sesuai dengan kondisi di lapangan, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah dan BUMN.
“Jadilah mitra terdepan pemerintah daerah untuk menjadi penggerak ekonomi yang tangguh dan peduli terhadap sesama,” pesannya kepada pengurus yang baru dilantik.
Inche juga menyampaikan bahwa IWAPI bersama mitra telah menyiapkan bantuan bagi korban bencana di Flores. Bantuan tersebut sedang dalam perjalanan dari Flores Timur menuju Ende setelah kapal pengangkutnya tidak dapat bersandar di Ende sesuai rencana awal.
Bupati Ende, Yosef Badeoda, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada Hj. Silvi Indradewa dan seluruh pengurus IWAPI yang baru dilantik. Ia menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat kepemimpinan perempuan di bidang ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan usaha lokal.
Menurut Yosef, perempuan memiliki peran penting dalam mengelola UMKM dan mengembangkan ekonomi keluarga. Karena itu, pemerintah daerah perlu membangun kemitraan dengan IWAPI agar semakin banyak perempuan di Ende yang dapat berkembang menjadi pengusaha.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong iklim investasi yang kondusif, aman, serta didukung kemudahan perizinan bagi pelaku usaha.
Yosef berharap IWAPI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan perekonomian lokal dan memastikan setiap program organisasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Ende dan wilayah NTT lainnya yang terdampak bencana.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan usaha, serta membangun kolaborasi lintas sektor demi mempercepat pemulihan UMKM perempuan pascagempa Flores.
