APBD Tanpa Perubahan, Ende Berisiko Mandek

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250701 155857
Patricius Marianus Botha, Dosen STPMSanta Ursula.

Sayangnya, Ende memilih jalan sunyi: tidak ada sidang perubahan tahun ini. Padahal, jika melihat data yang tersedia, urgensi perubahan justru sangat mendesak. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 ditetapkan sekitar Rp90,21 miliar. Namun hingga September, realisasinya baru Rp31,46 miliar atau hanya sekitar 34,87 persen. Angka itu menunjukkan jurang lebar antara target dan kenyataan. Tanpa perubahan, belanja akan dipaksakan sesuai asumsi awal, padahal kapasitas riil jauh di bawah itu.
Tidak hanya itu, penyerapan anggaran daerah juga mencemaskan. Hingga akhir Agustus 2025, serapan APBD Ende tercatat baru mencapai 22,07 persen, salah satu yang terendah di Indonesia. Rendahnya serapan mengindikasikan lemahnya perencanaan sekaligus risiko besar lahirnya SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) yang sia-sia. Dalam kondisi seperti ini, seharusnya perubahan APBD menjadi ruang koreksi, agar alokasi bisa dialihkan ke program yang lebih mungkin direalisasikan. Namun ruang itu kini ditutup rapat.

Exit mobile version