Oleh : Arini Zahratul Abidah
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pengampu : Luluk Ulfa Hasanah, S.S., M. Hum.
OPINI, RAKYATFLORES.COM-Setiap daerah memiliki kebiasaan makan yang berbeda. Berbagai masakan dengan cita rasa gurih dan kaya rempah tentu sudah tidak asing lagi pada setiap wilayah Nusantara kita. Bagi masyarakat Ende, makanan bukan hanya soal rasa kenyang, melainkan bagian dari cerita kehidupan yang merangkum sejarah, kebiasaan, kekhasan identitas, dan nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ende, memiliki produksi kelapa sekitar 9.214 ton (2024) atau menyumbang sekitar 14,25 persen dari total komoditas perkebunan. Tanaman multifungsi ini, selain dijadikan bahan bangunan dan obat tradisional, juga dijadikan berbagai olahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Ende. Misalnya dijadikan minyak kelapa tradisional, virgin coconut oil (VCO), kopra, tepung kelapa, dan sebagainya. Salah satu produk olahan dari buah kelapa yang lazim digunakan masyarakat Ende untuk menciptakan rasa gurih pada makanan adalah santan kelapa. Namun, di balik kenikmatan makanan bersantan, ada satu pertanyaan yang menurut saya menarik untuk dibahas: apakah kebiasaan mengonsumsi makanan bersantan berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol?
