ETMC 2025: Ketika Sepak Bola Ditikam dari Belakang oleh Kepentingan Elit

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250701 155857
Patricius Marianus Botha, Dosen STPMSanta Ursula.

Keputusan ini akan dikenang—bukan sebagai langkah strategis, tetapi sebagai bukti bobroknya sistem. Dan lebih parah lagi, generasi muda pencinta sepak bola di NTT belajar satu hal dari peristiwa ini: bahwa kerja keras bisa dikalahkan oleh kuasa; bahwa keadilan bisa ditunda oleh koneksi; dan bahwa sepak bola di negeri ini sudah kehilangan jiwanya.

Jika para pemimpin dan pengurus olahraga tidak segera sadar, maka ETMC akan berubah dari warisan kebanggaan menjadi simbol pembusukan moral.

Exit mobile version