Kematian Anak Kelas IV SD di Ngada Adalah Kegagalan Sistem: Ini Major NC Bagi Negara

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260207 WA0108
Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA.

Lebih jauh lagi, tragedi ini menuntut Preventive Action, yaitu tindakan pencegahan agar risiko serupa tidak muncul di tempat lain. Pencegahan berarti mengubah cara pandang kita terhadap kemiskinan dan anak. Tidak boleh lagi ada anak SD yang tertekan oleh urusan biaya pendidikan. Tidak boleh ada kebijakan pendidikan yang disamaratakan di wilayah yang secara struktural miskin. Tidak boleh ada anggaran besar tanpa keberanian memprioritaskan kebutuhan paling dasar. Pencegahan juga berarti membangun budaya audit sosial, di mana pemerintah, sekolah, dan lembaga keagamaan secara berkala mengevaluasi apakah sistem mereka benar-benar melindungi yang paling lemah. Audit ini tidak cukup dilakukan di atas kertas, tetapi harus diuji dengan satu pertanyaan sederhana: apakah ada anak yang hari ini merasa sendirian, tertekan, dan tidak punya harapan?

Tragedi ini bukan takdir, bukan kutukan daerah, dan bukan semata-mata kesalahan keluarga miskin. Ini adalah kegagalan sistem yang dibiarkan terlalu lama. Menangis adalah reaksi manusiawi, tetapi berhenti pada tangisan adalah bentuk pengabaian berikutnya. Jika Major NC ini tidak ditangani dengan correction yang cepat, corrective action yang serius, dan preventive action yang berani, maka kematian anak ini bukan yang terakhir.

Exit mobile version