Oleh : Dr (C). Ir. Karolus Karni Lando, MBA
“Iman yang berakar dalam tradisi, tumbuh menjadi cahaya bagi dunia,”.
RAKYATFLORES.COM | OPINI-Kota kecil di ujung timur Flores, Larantuka, kembali menjadi sorotan dunia pada Kamis Suci hari ini. Ribuan peziarah dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara membanjiri Kota Renya Rosari untuk mengikuti puncak perayaan Semana Santa, tradisi sakral umat Katolik yang telah berakar sejak berabad-abad lalu.
Sejak pagi hari, Katedral Reinha Rosari Larantuka dipenuhi lautan umat yang hadir dalam suasana khidmat mengikuti misa pembaharuan imamat para pastor yang dipimpin langsung oleh Bapak Uskup Larantuka. Sekitar 100 lebih imam (romo) dari berbagai paroki turut hadir dalam perayaan kudus ini, menandakan kekuatan spiritual dan solidaritas gereja Katolik dalam memaknai Tri Hari Suci: Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci menjelang Paskah.
Puncak devosi yang paling menggugah hati umat adalah cium Patung Tuan Ana (Yesus Kristus) dan Tuan Ma (Bunda Maria), sebuah ritual rohani yang menjadi salah satu dari kegiatan inti dari pengalaman iman Semana Santa. Prosesi ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk permenungan mendalam atas kasih Tuhan yang menderita demi keselamatan umat manusia.
