Peluang:
Namun, menolak politik uang membuka peluang bagi pemimpin yang benar-benar kompeten untuk terpilih, yang pada akhirnya dapat membawa perubahan positif. Pemimpin yang dipilih berdasarkan program kerja nyata berhasil mengurangi tingkat pengangguran hingga 5% atau lebih melalui program pemberdayaan ekonomi lokal. Jika hal yang sama diterapkan di Ende, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pengembangan industri kecil dan sektor pertanian, hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
2. Memilih Berdasarkan Kesamaan Suku, Agama, atau Golongan: Potensi Risiko dan Peluang
Potensi Risiko:
Memilih pemimpin berdasarkan kesamaan suku, agama, atau golongan juga menimbulkan risiko tersendiri. Selain mengabaikan faktor kompetensi, hal ini dapat memperparah polarisasi sosial di masyarakat. Pemimpin yang terpilih dengan modal identitas kesukuan atau agama sering kali kurang kompeten dalam menangani masalah kompleks seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Akibatnya, program kerja yang diterapkan tidak efektif dan tidak mampu mengatasi akar permasalahan.
