Oleh: Ryan Laka
OPINI, RAKYATFLORES.COM-Bulan Oktober hadir kembali, membawa aroma lembut dupa dan desau doa manik-manik tasbih yang bergesek di jemari umat beriman. Di setiap senja yang temaram, suara Salam Maria bergema dari gua-gua Maria di sudut paroki, dari ruang-ruang keluarga yang hangat, hingga ke keheningan bilik hati yang paling dalam.
Bulan suci Rosario bukan sekadar rutinitas devosi tahunan; ia adalah sebuah undangan agung untuk masuk ke dalam sekolah kehidupan Bunda Maria sebuah sekolah kerendahan hati, kepatuhan, dan ketulusan mutlak.
Di tengah dunia yang kian bising oleh kalkulasi untung-rugi dan pamrih, merenungkan misteri Rosario menuntun kita pada satu titik permenungan yang menusuk kalbu ketulusan hidup.
Ekaristi Hati Maria: Ketulusan di Tengah Keterbatasan
Mari kita kembali menengok peristiwa kabar sukacita. Ketika Malaikat Gabriel datang membawa sebuah rencana Allah yang teramat besar dan sekaligus mendatangkan risiko sosial yang luar biasa bagi seorang gadis desa bernama Maria bagaimana reaksi Sang Perawan?
