Jelang Pilkades Serentak 2026, Ketua Fraksi Amanat Demokrat DPRD Ngada Soroti Tiga Hal Penting Ini

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi 
Hijau dan Kuning Ilustrasi Kartu Bisnis Catering 20260606 104826 0000
Ketua Fraksi Amanat-Demokrat DPRD Ngada, Bosko Ponong saat hadiri rapat gabungan komisi.

“Jika tidak diantisipasi dengan baik, hal ini berpotensi menimbulkan konflik saat pelaksanaan Pilkades,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP3A) Kabupaten Ngada, Philipus Markus Botha, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah melakukan rapat lintas dinas bersama seluruh pemangku kepentingan guna menyukseskan Pilkades 2026.

Ia menjelaskan bahwa penentuan keabsahan ijazah kandidat merupakan kewenangan Dinas Pendidikan, sementara pemeriksaan kesehatan calon menjadi tanggung jawab pihak rumah sakit. Adapun syarat domisili pemilih telah dipertegas melalui surat edaran bupati.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak Bosko atas masukan yang diberikan. Pengalaman Pilkades sebelumnya, termasuk kegagalan di dua desa, menjadi pembelajaran penting untuk mematangkan pelaksanaan Pilkades 2026,” ujar Philipus.

Pemerintah Kabupaten Ngada berharap seluruh tahapan Pilkades serentak tahun ini dapat berjalan lebih baik dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepastian hukum.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Exit mobile version