“Saya belum pernah bertemu Rio dan tidak tahu konteks Flores seperti apa. Jadi yang kami kerjakan betul-betul adalah saling berbagi pengetahuan dan praktik kerja, serta berkolaborasi membuat karya work in progress,” ungkapnya.
Sementara itu, Rio dari Komunitas KAHE mengatakan, ia diundang terlibat membawa riset tentang cagar budaya Liang Bua. Karena tinggal di Maumere dan Liang Bua terletak di Manggarai, maka ia harus ke Ruteng untuk mengalami dan mencari tahu beberapa sumber yang menulis tentang situs tersebut.
Menurutnya, untuk kebutuhan pertunjukan, ia memilih tidur di museum Liang Bua pada malam hari sehingga lebih dekat mengalami situasi di situs tersebut.
“Risetnya memang riset untuk kebutuhan pertunjukan. Jadi memang pendekatannya itu untuk pertunjukan teater,” jelasnya.
Setelah dipentaskan di Malang pada bulan Agustus 2023, karya ini lalu dipentaskan pada perhelatan Indonesia Bertutur (Intur) di Ubud, Bali pada tahun 2024 lalu. Karena bentuknya adalah work in progress, maka karya tersebut terus berkembang, menyesuaikan materi-materi yang terkumpul dan modal kerja yang ada di masing-masing komunitas.
