Ia menjelaskan, semangat gotong royong umat di Stasi Detuduli sangat tinggi. Meskipun terdapat dinamika dan perbedaan di antara masyarakat, kebersamaan tetap terjaga, terutama dalam mendukung pembangunan kapela.
Menurut Maksensius, perjuangan umat dalam membangun rumah ibadah tersebut atas semangatnya umat dalam membangun Rumah Tuha. Ia menyebut bahwa, pada masa lalu, material pembangunan harus dipikul dari Watuneso menuju Detuduli.
“Dulu, material harus dipikul dari Watuneso ke sini. Sekarang zaman sudah berkembang, dan ini menjadi bukti semangat kami dalam membangun stasi. Kami berharap beliau tidak bosan membantu dan terus menjalin komunikasi dengan kami,” ujarnya.
Ia berharap dukungan dan komunikasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga pembangunan Kapela Stasi Detuduli dapat berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Angelius Wake Kako menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah mendukungnya menjadi anggota DPD RI selama dua periode.
Ia mengungkapkan, kepercayaan tersebut diberikan sejak dirinya masih berusia 29 tahun. Menurut AWK, dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas sebagai wakil daerah di tingkat nasional.
