Kasus Kematian Prada Lucky, DPRD Nagekeo Desak Panglima TNI Evaluasi Total Sistem Pembinaan

Reporter: Tommy M. Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20250704 WA0004
Anggota DPRD Nagekeo, Elias Cima, S.Sos., MA.

MBAY, RAKYATFLORES.COM-Anggota DPRD Nagekeo, Elias Cima, S.Sos., MA, mendesak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan evaluasi total terhadap metode pembinaan di tubuh TNI. Desakan ini muncul pasca tewasnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI yang diduga menjadi korban pembinaan atau penganiayaan sesama anggota di Nagekeo.

Elias menilai, kematian Prada Lucky yang baru dua bulan bertugas tidak bisa dianggap sebagai ulah oknum semata. Menurutnya, peristiwa tersebut mencerminkan adanya sistem pembinaan yang timpang dan belum sepenuhnya dibenahi.

“Pembinaan berujung nyawa, tidak dapat ditolerir. Ini bukan sekadar perilaku oknum, tetapi cerminan sistem pembinaan yang bermasalah,” tegas Elias dalam keterangan tertulis yang diterima rakyatflores.com, Jumat 8 Agustus 2025.

Ia meminta Panglima TNI menata ulang kurikulum pembinaan di barak, agar kekerasan tidak kembali mewarnai institusi militer seperti di masa lalu.

Menurut Elias, kasus ini telah menimbulkan trauma di tengah masyarakat Nagekeo, yang terlihat dari reaksi keras di berbagai platform media sosial.

“Bahkan ada orang tua yang melarang anaknya bergabung dengan TNI. Ini bentuk trauma yang berulang,” ujarnya.

Elias juga mendorong agar proses hukum terhadap pelaku dilakukan secara terbuka untuk diketahui publik. Selain itu, ia menekankan perlunya evaluasi penempatan anggota TNI di daerah-daerah yang masyarakatnya sudah pernah mengalami trauma akibat kasus serupa.

Sebagai informasi, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), baru dua bulan resmi menjadi prajurit TNI dan ditugaskan di Asrama Teritorial Pembangunan 834 Wakanga Mere, Nagekeo. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Aeramo setelah mendapatkan perawatan intensif. Diduga kuat, kematian Prada Lucky akibat penganiayaan yang dilakukan seniornya.

Exit mobile version