Akan tetapi, karena pernyataan ini datang dari pemimpin birokrasi dan politisi, maka bisa dipahami sebagaimana tidak dimaksudkan, bahkan bisa digoreng kemanapun akal (bulus) para pendengar dan penafsir inginkan. Kita bersyukur bahwa pernyataan itu kemudian bisa dipahami secara baik, mengundang dialog terbuka dari sejumlah pihak terkait, dan mendapatkan perhatian nasional melalui sejumlah kementerian dan lembaga.
Hal itu tentu tidak terlepas dari peran aktif badan kepegawaian daerah (BKD) Pemprov NTT menjelaskan duduk persoalan dan rencana solusi kepada publik melalui media massa dan media sosial. Saya membayangkan, jika ada 5 ribu PNS menjelaskan duduk masalah sebenarnya pada setiap akun media sosial mereka, kita mungkin tidak perlu masuk dalam kegaduhan yang tidak perlu.
Kedua, merapikan dan memperkuat ASN peneliti, periset, akademisi, intelektual, broadcasters, penulis, dan lain-lain. Kita mengetahui sejak awal bahwa pasangan Gubernur Melki dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma sangat mengakomodir suara-suara dari para akademisi, intelektual publik, dunia kampus dan para aktivisi serta praktisi.
