Pada akhirnya, Harmony for Unity bukan hanya tema sebuah konser. Ia adalah gagasan tentang Indonesia-bangsa yang menjadikan keberagaman sebagai sumber kreativitas, bukan sebagai alasan perpecahan. Dari Ende, Rahim Pancasila, kita kembali diingatkan bahwa persatuan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kemampuan merawat perbedaan dalam semangat gotong royong. Musik menjadi salah satu bahasa yang paling indah untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Semoga jejak KKBM 2026 meninggalkan kenangan yang manis bagi masyarakat Kabupaten Ende sekaligus menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. Setiap konser mahasiswa, setiap kolaborasi dengan seniman lokal, setiap aransemen baru atas lagu daerah, dan setiap langkah pengabdian kepada masyarakat sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kebudayaan Indonesia. Dari kampus-kampus di seluruh Nusantara dapat lahir generasi musisi, pendidik, peneliti, dan pelaku industri kreatif yang menjadikan warisan budaya sebagai sumber inovasi. Ketika itu terjadi, lagu daerah tidak hanya akan terus hidup, tetapi juga akan menjadi kekuatan budaya dan ekonomi yang mengharumkan Indonesia di panggung dunia.
