Gempa juga mengganggu listrik dan jaringan komunikasi, sehingga pada masa awal bencana masyarakat di sejumlah wilayah mengalami kesulitan berkomunikasi, memperoleh informasi, dan menghubungi keluarga. Pemulihan jaringan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah dan penyedia layanan.
Bagi masyarakat, kerugian tidak hanya berupa bangunan yang rusak. Banyak keluarga kehilangan rumah, anggota keluarga, mata pencaharian, ternak, hasil kebun, dan sumber penghasilan. Aktivitas sekolah terganggu, kegiatan perdagangan terhenti, perjalanan dan distribusi barang menjadi sulit, sementara sebagian masyarakat harus tinggal dalam pengungsian dengan keterbatasan air bersih, sanitasi, makanan, layanan kesehatan, dan ruang yang layak.
Dampak psikologis juga tidak kalah berat. Ribuan gempa susulan membuat masyarakat terus hidup dalam ketakutan, bahkan sebagian warga memilih tidur di luar rumah atau di ruang terbuka karena khawatir bangunan akan roboh. Anak-anak, lansia, dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya menghadapi trauma yang tidak dapat dipulihkan hanya dalam hitungan hari.
