Maka, marilah kita belajar memandang sesama dengan belas kasih, dan memaafkan nya serta bukan dengan kecurigaan dan mengasingkannya. Dunia tidak kekurangan suara yang menghakimi, tetapi sangat haus akan hati yang memahami.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah saya lebih sering melihat kesalahan orang lain daripada mengoreksi diri sendiri?
2. Bagaimana sikap saya ketika menemukan kelemahan sesama? Apakah dengan kasih atau penghakiman?
Selamat berefleksi
