Karena itu, ketika kita bicara tentang penertiban moke, sesungguhnya kita sedang bicara tentang masa depan relasi antara negara dan rakyatnya. Apakah kita akan terus memelihara jarak curiga, atau mulai membangun jembatan saling percaya? Jawabannya mungkin ada di gelas moke yang diangkat dengan penuh penghormatan bukan untuk mabuk, tetapi untuk mengingat: bahwa kemajuan tanpa budaya hanyalah kesunyian yang kehilangan akar.
Mencari Titik Tengah antara Budaya dan Keamanan, Refleksi Sosiologis atas Penertiban Moke di NTT
×
Mencari Titik Tengah antara Budaya dan Keamanan, Refleksi Sosiologis atas Penertiban Moke di NTT
Sebarkan artikel ini
