Oleh: Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO-KRQA-SQC Certification Services.
“Sedia payung sebelum hujan, sedia pangan sebelum bencana,” Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, CEO-KRQA-SQC Certification Services.
OPINI, RAKYATFLORES.COM-Gempa bumi yang mengguncang Flores memberikan pelajaran penting bahwa ketahanan menghadapi bencana tidak hanya ditentukan oleh kekuatan bangunan, kesiapan tim penyelamat, dan kecepatan bantuan pemerintah. Ketahanan bencana juga sangat bergantung pada kemampuan masyarakat menyediakan pangan bagi keluarganya ketika jalan terputus, pasar tutup, jaringan komunikasi terganggu, dan bantuan dari luar belum tiba.
Dalam keadaan darurat seperti sekarang, bantuan pemerintah dan masyarakat tentu sangat dibutuhkan. Korban tidak boleh disalahkan karena mengalami kesulitan memperoleh makanan. Rumah, dapur, peralatan memasak, dan persediaan pangan dapat rusak atau tertimbun reruntuhan. Sebagian warga juga harus meninggalkan rumah karena gempa susulan. Kebun yang mereka miliki mungkin berada beberapa kilometer dari rumah dan sulit dijangkau karena jalan rusak atau tertutup longsor.
Namun, di balik keadaan tersebut, kita perlu melakukan refleksi yang lebih mendalam: seberapa kuat ketahanan pangan keluarga dan desa-desa di Flores?
