Kenangan yang Menyentuh: Iman dan Penghormatan yang Kuat
Sebagai seseorang yang terlibat dalam banyak perjalanan dan pekerjaan lintas negara, pemandangan ini sungguh menggetarkan hati saya. Di ruang kerja saya, tergantung tiga bendera: Merah Putih, Kuning Putih, dan bendera Italia. Namun, di balik simbol-simbol ini, ada rasa haru yang mendalam saat saya melihat bagaimana umat di Timor Leste berlutut, mencium tangan Paus dengan air mata kebahagiaan.
Tindakan ini membawa kenangan indah tentang ajaran orang tua saya di Flores, yang selalu mengajarkan penghormatan terhadap yang lebih tua, terutama kepada mereka yang menjalani hidup sebagai biarawan, suster, pastor, uskup, dan tentunya Bapa Suci.
Peran Gereja Katolik di Timor Leste: Pusat Kehidupan dan Budaya
Agama Katolik tidak hanya menjadi keyakinan spiritual di Timor Leste, tetapi juga pusat dari kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. Warisan ini ditinggalkan oleh masa penjajahan Portugis yang menanamkan nilai-nilai Katolik yang kuat.
Setiap kali saya berkunjung ke Timor Leste, baik untuk audit atau kunjungan profesional, saya selalu merasa seperti pulang ke Flores, karena ikatan persaudaraan yang erat, bahasa yang masih akrab dan iman yang dibagikan oleh orang Timor Leste kepada saya.
