Selain tarif listrik non subsidi, para penyintas juga dibebani biaya pendidikan anak. Pendataan oleh petugas kerap dilakukan, namun tidak diikuti realisasi bantuan.
“Janji hanya tinggal janji. Sampai hari ini tidak ada perhatian. Jangan sampai anak kami putus sekolah karena kami tidak punya uang,” ujarnya.
Para pengungsi berharap agar Senator Angelius Wake Kako menyampaikan langsung kondisi mereka kepada Presiden Republik Indonesia, agar pemerintah pusat turun tangan memberikan perhatian dan kebijakan yang berpihak pada penyintas Gunung Lewotobi.
