Refleksi Bulan Rosario : Ketulusan Ditengah Keterbatasan Menjadi Bonus Berkat yang Melimpah

Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
file 000000000ef08211affa6e550686f488
Ryan Laka.

Di sinilah air mata sering tumpah di atas butir-butir tasbih kita. Kita bertanya kepada Bunda Maria, “Ibu, mengapa jalannya orang tulus harus berdarah-darah? Mengapa kebaikan dibayar dengan keluguan yang disia-siakan?”

Misteri Gembira, Sedih dan Mulia: Sekolah Ketulusan Sejati

Merenungkan Rosario berarti berjalan bersama Maria menyusuri lorong-lorong kehidupan Yesus. Dalam Misteri Sedih, kita melihat bagaimana ketulusan Anak Manusia dikhianati oleh ciuman Yudas, dicambuk oleh kebiadaban manusia, dan dieksploitasi oleh sistem kekuasaan yang korup. Yesus tidak membalas kelicikan dengan kelicikan. Ia tetap melangkah dalam ketulusan kasih hingga tetes darah penghabisan di kayu salib.

Rosario mengajarkan kita bahwa ketulusan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan ilahi yang terselubung. Di balik setiap tetes air mata karena ketulusan yang disia-siakan manusia, Allah sedang merajut rencana-Nya yang agung.

Bonus Berkat yang Melimpah; Janji yang Tak Pernah Ingkar

Manusia boleh saja salah menilai dan memanfaatkan ketulusan kita. Rekan kerja, sahabat, atau bahkan orang terdekat mungkin meremehkan kemurnian niat kita. Namun, hukum surgawi bekerja dengan cara yang sangat berbeda dari hitung-hitungan dunia.

Exit mobile version