Di sinilah air mata sering tumpah di atas butir-butir tasbih kita. Kita bertanya kepada Bunda Maria, “Ibu, mengapa jalannya orang tulus harus berdarah-darah? Mengapa kebaikan dibayar dengan keluguan yang disia-siakan?”
Misteri Gembira, Sedih dan Mulia: Sekolah Ketulusan Sejati
Merenungkan Rosario berarti berjalan bersama Maria menyusuri lorong-lorong kehidupan Yesus. Dalam Misteri Sedih, kita melihat bagaimana ketulusan Anak Manusia dikhianati oleh ciuman Yudas, dicambuk oleh kebiadaban manusia, dan dieksploitasi oleh sistem kekuasaan yang korup. Yesus tidak membalas kelicikan dengan kelicikan. Ia tetap melangkah dalam ketulusan kasih hingga tetes darah penghabisan di kayu salib.
Rosario mengajarkan kita bahwa ketulusan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan ilahi yang terselubung. Di balik setiap tetes air mata karena ketulusan yang disia-siakan manusia, Allah sedang merajut rencana-Nya yang agung.
Bonus Berkat yang Melimpah; Janji yang Tak Pernah Ingkar
Manusia boleh saja salah menilai dan memanfaatkan ketulusan kita. Rekan kerja, sahabat, atau bahkan orang terdekat mungkin meremehkan kemurnian niat kita. Namun, hukum surgawi bekerja dengan cara yang sangat berbeda dari hitung-hitungan dunia.













