Scroll untuk baca artikel
ads

Refleksi Bulan Rosario : Ketulusan Ditengah Keterbatasan Menjadi Bonus Berkat yang Melimpah

×

Refleksi Bulan Rosario : Ketulusan Ditengah Keterbatasan Menjadi Bonus Berkat yang Melimpah

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
file 000000000ef08211affa6e550686f488
Ryan Laka.

Ketulusan yang dipersembahkan dalam doa dan kesunyian tidak pernah luput dari pandangan mata Bapa. Ketika kita bertahan dalam ketulusan meskipun tersakiti, Allah melimpahkan apa yang kita sebut sebagai bonus berkat:

Kedamaian Jiwa yang Tak Terbeli: Orang yang licik hidup dalam ketakutan akan kebohongannya sendiri. Sebaliknya, orang yang tulus memiliki hati yang bening, tidur dengan nyenyak, dan dikaruniai damai sejahtera yang melampaui segala akal.

Advertising
ads
Advertising

Pemulihan Martabat: Seperti halnya Maria yang diangkat ke surga dengan kemuliaan, Allah senantiasa mengangkat martabat anak-anak-Nya yang tulus pada waktu yang tepat. Ia membalikkan keadaan dan memulihkan apa yang telah dirampas oleh kelicikan dunia.

Penyertaan yang Hidup: Doa Rosario menjadi jangkar. Di saat dunia terasa curang, rahmat Tuhan mengalir deras melalui relasi-relasi baru yang tulus, keluarga yang diberkati, dan kekuatan batin yang membuat kita tetap mampu mengampuni.

Baca Juga :   Suara Redaksi: Gaji Aparat Desa di Ende Enam Bulan Belum Dibayar, Siapa yang Salah?

Menutup Bupan Rosario dengan Hati yang Baru

Seiring berakhirnya untaian doa di bulan suci ini, mari kita letakkan segala kepedihan, kekecewaan karena dimanfaatkan, dan luka batin di kaki altar Bunda Maria. Jangan pernah biarkan dunia yang penuh pamrih meracuni kemurnian hati kita.