Bantuan kemanusiaan tidak boleh dibangun berdasarkan apa yang paling mudah dibeli oleh donor. Bantuan harus berdasarkan kebutuhan dan martabat penerima bantuan.
Jangan Mengubah Korban Bencana Menjadi Pasar bagi Produk dari Luar
Ada persoalan lain yang sering luput dari perhatian. Ketika bantuan pangan didatangkan seluruhnya dari luar daerah, sebenarnya terdapat peluang ekonomi lokal yang hilang. Padahal, di sekitar wilayah bencana terdapat petani, nelayan, pedagang kecil, UMKM, kelompok perempuan, dapur komunitas, koperasi, dan pelaku usaha lokal yang dapat dilibatkan. Mengapa tidak membeli telur dari peternak lokal? Mengapa tidak membeli sayuran dari petani sekitar? Mengapa tidak membeli ikan dari nelayan lokal? Mengapa tidak menggunakan beras produksi daerah? Mengapa tidak membangun dapur umum berbasis komunitas yang memasak makanan lokal?
Dengan pendekatan tersebut, bantuan tidak hanya mengenyangkan korban, tetapi sekaligus menghidupkan kembali ekonomi masyarakat yang terdampak. Inilah yang seharusnya disebut sebagai bantuan yang membela korban bencana.
