Scroll untuk baca artikel
ads

Stop Memberi Mie Instan Kepada Korban Bencana

×

Stop Memberi Mie Instan Kepada Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260625 170442
Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si, Dosen Prodi Pembangunan Sosial STPM Santa Ursula.

Bantuan kemanusiaan tidak boleh dibangun berdasarkan apa yang paling mudah dibeli oleh donor. Bantuan harus berdasarkan kebutuhan dan martabat penerima bantuan.

Jangan Mengubah Korban Bencana Menjadi Pasar bagi Produk dari Luar

Advertising
ads
Advertising

Ada persoalan lain yang sering luput dari perhatian. Ketika bantuan pangan didatangkan seluruhnya dari luar daerah, sebenarnya terdapat peluang ekonomi lokal yang hilang. Padahal, di sekitar wilayah bencana terdapat petani, nelayan, pedagang kecil, UMKM, kelompok perempuan, dapur komunitas, koperasi, dan pelaku usaha lokal yang dapat dilibatkan. Mengapa tidak membeli telur dari peternak lokal? Mengapa tidak membeli sayuran dari petani sekitar? Mengapa tidak membeli ikan dari nelayan lokal? Mengapa tidak menggunakan beras produksi daerah? Mengapa tidak membangun dapur umum berbasis komunitas yang memasak makanan lokal?

Baca Juga :   Judul Renungan Hari Ini: Pengakuan Setan Akan Ke-Allah-an Yesus

Dengan pendekatan tersebut, bantuan tidak hanya mengenyangkan korban, tetapi sekaligus menghidupkan kembali ekonomi masyarakat yang terdampak. Inilah yang seharusnya disebut sebagai bantuan yang membela korban bencana.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.