Scroll untuk baca artikel
ads

Stop Memberi Mie Instan Kepada Korban Bencana

×

Stop Memberi Mie Instan Kepada Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Reporter: Tommy Mbenu Nulangi |  Editor: Redaksi
IMG 20260625 170442
Patricius Marianus Botha, S.Fil.,M.Si, Dosen Prodi Pembangunan Sosial STPM Santa Ursula.

Karena itu, sudah saatnya kita berani mengatakan: STOP menjadikan mie instan sebagai makanan utama korban bencana.

Ini bukan berarti mie instan sama sekali tidak boleh diberikan. Dalam kondisi tertentu, makanan yang mudah disimpan, mudah didistribusikan, dan mudah dimasak memang dapat memiliki fungsi darurat. Tetapi persoalannya adalah ketika mie instan menjadi pilihan utama, berulang, dalam jumlah besar, dan menggantikan pangan yang lebih bergizi.

Advertising
ads
Advertising

Bencana Tidak Boleh Menghilangkan Hak atas Makanan yang Layak

Korban gempa membutuhkan lebih dari sekadar kalori. Mereka membutuhkan makanan yang membantu tubuh bertahan dan pulih setelah mengalami tekanan fisik dan psikologis.

Orang yang kehilangan rumah, tidur di tenda, mengalami ketakutan, kehilangan anggota keluarga, kehilangan pekerjaan, dan hidup dalam kondisi serba terbatas membutuhkan makanan yang bergizi dan beragam.

Baca Juga :   Perda atau Perkada?

Karena itu, bantuan pangan seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan: “Apa yang paling mudah kita berikan?” Tetapi harus berubah menjadi: “Apa yang paling dibutuhkan korban?” Perubahan cara berpikir ini sangat penting.

Tag:

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.