“Jabatan boleh berakhir, tetapi jasa dan ketulusan akan tetap hidup dalam ingatan rakyat,” Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA
OPINI, RAKYATFLORES.COM-Beberapa hari sebelum Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, tiba di Kupang, suasana politik dan ruang publik Nusa Tenggara Timur telah dipenuhi berbagai informasi, pendapat, dukungan, kritik, dan perdebatan.
Berita mengenai rencana kunjungan Jokowi menyebar dengan cepat melalui media massa, media sosial, grup-grup percakapan, jaringan partai politik, komunitas masyarakat, dan percakapan sehari-hari. Ada masyarakat yang menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Ada kader dan simpatisan Partai Solidaritas Indonesia yang mempersiapkan penyambutan. Ada pula pihak-pihak yang mempertanyakan tujuan kunjungan tersebut dan menghubungkannya dengan kepentingan politik menjelang Pemilu 2029.
Hiruk-pikuk tersebut sesungguhnya menunjukkan satu kenyataan penting: meskipun tidak lagi menjabat sebagai presiden, Jokowi masih mempunyai daya tarik dan pengaruh politik yang besar. Kedatangannya mampu menarik perhatian masyarakat, menggerakkan kader partai, memancing reaksi lawan politik, serta menjadi pembicaraan publik bahkan sebelum pesawat yang membawanya mendarat di Kupang.











